SEJARAH KEFIR
Kefir telah dikenal dan dikonsumsi masyarakat pegunungan Kaukasus Utara, Rusia selama lebih dari 1.400 tahun yang lalu. Konon biji kefir diberikan oleh Nabi Muhammad SAW kepada rakyat Kaukasus dan menjadi semacam “pusaka” yang diwariskan secara turun temurun. Istilah kefir berasal dari bahasa Turki, ke’if, yang artinya enak. Sampai kini, kefir menjadi bagian dari kehidupan mereka, karena terbukti membuat mereka sehat, awet muda, dan berumur panjang.
Di awal abad kedua puluh, Lembaga Kedokteran Rusia meneliti biji kefir yang sangat bermanfaat dalam dunia kedokteran terutama dalam penyembuhan penyakit paru-paru, TBC, anemia, kandungan dan kulit. Sayang, saat itu sulit sekali mencari biji kefir di Rusia. Maklumlah, sebab memang biji kefir masih dirahasiakan para pemiliknya, yakni masyarakat Islam di Kaukasus. Tak mungkin dengan mudah meminta biji kefir, maka lembaga negara tersebut secara resmi meminta bantuan kepada Blandov bersaudara, kakak beradik pemilik sebuah pabrik keju di kota Kislovodsk, utara Kaukasus. Kebetulan waktu itu ada seorang wanita muda cantik yang bekerja pada mereka. Irina Sakharova namanya. Blandov bersaudara mendapat ide, mengajak Irina untuk menyusun rencana memperoleh biji kefir. Irina pun setuju. Maka berangkatlah ia seorang diri ke selatan, ke Kaukasus. Tak lama kemudian ia berkenalan dengan seorang pangeran di sana, Bek-Mirza Barchorov. Dengan kecantikannya Irina berhasil memikat lelaki itu. Namun saat Irina mengatakan ingin meminta sejumlah biji kefir untuk dibawa pulang, Barchorov berbalik curiga dan menolak.
Gagal dengan segala bujuk rayu, kembalilah Irina ke Rusia. Di tengah jalan ia diculik oleh kaki tangan Bek-Mirza Barchorov. Ternyata pangeran itu telah "jatuh cinta" dan tak mau kehilangan Irina. Ia mengirim suruhannya untuk menculik Irina dan memaksanya menikah. Untunglah, kedua majikannya datang menolong. Perkara penculikan ini pun dibawa ke pengadilan Rusia dengan Bek-Mirza Barchorov sebagai terdakwanya. Irina bersedia melepaskan tuntutan dengan ganti rugi biji kefir. Maka berhasillah ia dan kedua majikannya memperoleh biji tersebut. September 1908, sejumlah biji kefir sebanyak 4,5 kg masuk ke Rusia dan digunakan sebagai terapi pada beberapa sanatorium di Eropa untuk pengobatan paru-paru.
Setelah itu, kefir menyebar dan dikonsumsi di berbagai penjuru dunia, seperti Eropa, Amerika, dan Jepang. Tahun 1973 Irina, saat itu berusia 85 tahun, memperoleh penghargaan dari Menteri Industri Makanan Soviet atas perannya dalam membawa kefir ke Rusia.
Diambil dari : http://http://epetani.deptan.go.id/
KEFIR
Kefir adalah Pangan (makanan/minuman) fungsional probiotik, terbuat dari susu yang difermentasi, seperti Yoghurt dan sejenisnya, tapi Kefir jauh lebih baik. Yoghurt hanya terdiri atas beberapa jenis mikroba, sedangkan Kefir mengandung sekitar 60 jenis mikro-flora yang berguna (beneficial bacteria/yeast). Tidak salah bila Kefir disebut Yoghurt Super. Masyarakat Barat menyebutnya sebagai “Yoghurt for life” atau “Champagne of Yoghurt”.
Masyarakat Pegunungan Kaukasus yang mayoritas beragama Islam sebagai tempat asal Kefir, telah mengkonsumsi Kefir selama berabad-abad. Mereka percaya bahwa benih Kefir diberikan kepada rakyat Kaukasus oleh Nabi Muhammad saw., sehingga benih Kefir itu disebut “Butir benih dari Nabi” (The grains of Prophet). Kata Kefir berasal dari ‘kaafuura’ (air dari mata air di surga yang berwarna putih, harum dan sedap rasanya - Q,76:5-6).Proses fermentsi Kefir ini, untuk suhu dan lingkungn seperti di Bandung, membutuhkan waktu sekitar 48 jam, dengan Kefir Grains 4%. Bila persentase Kefir Grain ditambah (bisa sampai 20%), waktu fermentasi bisa dikurangi sampai minimal 12 jam. Untuk lokasi yang lebih dingin diperlukan waktu yang lebih panjang, atau dengan menggunakan lebih banyak Kefir Grains. Waktu maksimal fermentasi di suhu ruang sebaiknya tidak melebihi 72 jam (3 hari).
Untuk penyamaan persepsi, Rumah Kefir Bandung membedakan Produk Kefir menjadi:
KEFIR PRIMA (P)
Kefir Prima beraroma asam sedang, yang secara umum dapat diterima oleh setiap orang, sehingga baik disajikan sebagai minuman yang menyegarkan. Kefir Prima merupakan minuman/makanan dengan gizi paling lengkap. Kefir ini dibuat dengan menggunakan Kefir Grains, jadi, merupakan turunan pertama (mother culture) sehingga dapat dijadikan sebagai bibit praktis.
Pada proses fermentasi Kefir, akan terjadi pemisahan antara bagian bening (whey) dan bagian putih/kental (curd). Bagian putih yang biasanya berada di lapisan atas dari wadah fermentasi, disebut Kefir Prima.
Kefir ini cukup kental, karena pada saat produksi, bagian yang bening dipisahkan menjadi produk tersendiri, yaitu Kefir Bening (Kefir Whey/W).
Semua khasiat Kefir terdapat pada Kefir Prima ini, dengan fokus pada penanggulangan masalah pencernaan, menjaga fungsi liver, diet standard penderita diabetes, dan peningkatan kebugaran.
KEFIR MEDIKA (M)
Kefir Medika mempunyai aroma dan rasa asam yang tajam. Kefir ini mempunyai efek pengobatan yang kuat. Konsumsi Kefir ini sebaiknya diikuti dengan konsumsi makanan berserat. Kefir jenis inilah yang digunakan untuk menunjang pengobatan tuberculo-sis di sanatorium Rusia, karena mempunyai efek antibiotika yang kuat. Cocok untuk mengatasi penyakit infeksi seperti hepatitis, DBD, Herpes dsb.
Ekstrak Kefir ini digunakan sebagai bahan untuk membuat obat luar, seperti untuk mengobati sengatan matahari, dan untuk beberapa jenis infeksi kulit, seperti eksim, kutu air dan sejenisnya. Kefir ini juga digunakan sebagai bahan dasar dan campuran untuk pembuatan kosmetika, seperti cleansing cream, foundation, anti ketombe dsb.
KEFIR BENING (W)
Kefir Bening terbuat dari whey yang terbentuk pada saat proses pembuatan Kefir. Kefir ini dikenal di Indonesia sebagai obat diabetes. Kefir Bening merupakan minuman isotonik dengan kualitas SUPER, karena paling sesuai dengan cairan tubuh manusia dan hewan pada umumnya. Untuk penderita diabetes, Kefir ini sekaligus berfungsi sebagai asupan insulin, karena seperti kita ketahui, insulin yang digunakan oleh penderita diabetes juga ada yang berasal dari insulin sapi. Kefir ini sangat cepat mengatasi dehidrasi, baik akibat panas, keluar keringat berlebihan maupun sebagai pengganti oralit, karena lebih bagus dan seimbang daripada oralit.
Kefir ini juga digunakan sebagai bahan dalam pembuatan asinan (sauerkraut) dan pengganti cuka dapur yang aman terhadap iritasi lambung.
KEFIR SOYA (S)
Kefir Soya terbuat dari 50-70% susu kedelai dan 30-50% susu sapi. Kefir ini mengandunglecithin, yang berguna untuk memperbaiki kondisi pembuluh darah koroner di jantung. Direkomendasikan juga untuk yang membutuhkan seluruh manfaat susu dan kedelai, yaitu yang menderita diabetes, kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi.
KEFIR OPTIMA (O)
Kefir ini merupakan hasil fermentasi susu dengan menggunakan Kefir Prima sebagaistarter. Hasilnya juga tidak dipisahkan antara curd/bagian yang putih/padatan tidak larut, dengan Kefir Beningnya. Kefir ini sangat praktis untuk dibuat sendiri, karena nyaris tidak memerlukan peralatan apapun dalam pembuatannya. Cukup campurkan satu bagian Kefir Prima dengan 7 sampai 10 bagian susu murni, maka dalam 2 x 24 jam, semuanya menjadi Kefir Optima.
Kefir Optima ini khasiatnya praktis sama dengan Kefir Prima dan Kefir Bening yang dicampurkan, dan dapat menggantikan semua varian Kefir, hanya volumenya perlu sedikit disesuaikan.
KEFIR KOLOSTRUM (K)
Kefir ini dibuat dari Kolostrum yang diambil dari perahan susu sapi yang
baru melahirkan, yaitu perahan pertama dan kedua (perioda sd 16 jam dari saat
melahirkan. Kefir Kolostrum ini merupakan substansi yang memiliki daya
pengobatan paling tinggi. Digunakan untuk proses penyembuhan penakit berat
(kanker, hepatitis, komplikasi diabetes dsb), bayi yang lahir prematur, stroke
dll.
KEFIR SUSU KAMBING/GOAT (G)
Kefir G ini merupakan hasil fermentasi susu kambing Etawa (Etawa Goat) dengan menggunakan Kefir Grains sebagai bibitnya . Hasilnya juga tidak dipisahkan antaracurd/bagian yang putih/padatan tidak larut, dengan Kefir Beningnya.
Kefir Susu Kambing ini diyakini memiliki khasiat yang lebih baik daari susu sapi, namun harganya cukup mahal.
*ditulis oleh Andang Kasriadi - doc di KKI
No comments:
Post a Comment